RSS

Menjaring Pelanggan dari Akun FB Penulis

Sebagian teman di sini pasti sudah tahu cara dapat target market yang "aduhai". Misalnya, kita mau jualan buku "Atlas Wali Songo" karya Agus Sunyoto. Kita bisa "jalan-jalan" dulu ke Akun FB nya penulis buku tersebut. Kita add orang-orang yang pada rajin komentar di statusnya beliau.
Kita coba jalin interaksi yang "aduhai" dengan orang-orang tersebut. Misalnya, rajin like status mereka, lalu komentari statusnya, sapa via inbox atau ucapkan "terima kasih" karena sudah konfirmasi pertemanan.
Misal sewaktu-waktu kita upload promosi bukunya Agus Sunyoto (dan kebetulan promosinya muncul di berandanya "si target market"), kemungkinan mereka akan tanya-tanya/pesan kepada kita. Kemungkian juga mereka akan menghubungi kita lagi, jika mereka butuh buku-buku yang lain.
Agus Sunyoto pun punya beberapa buku best seller lain seperti "Sastra Jendra Hayuningrat", "Suluk Abdul Jalil" (jilid 1-7). Orang-orang yang membaca buku-bukunya Agus Sunyoto, tentu sebagian besar dari kalangan pesantren. Kalau kita mau melesatkan jumlah penjualan, kita coba juga tawarkan ke anak-anak pesantren yang hobi baca buku. Atau gak, kita minta tolong dia buat bantu promosikan jualan kita. Aku juga sudah minta tolong teman-temanku yang pesantren buat BC-kan materi promosiku.
Kemarin aku juga dapat 3 pelanggan dari pesantren Krapyak Yogyakarta. Pelanggan kesatu beli 1 eksemplar, pelanggan kedua cuma 1 eksemplar dan akan COD, pelanggan ketiga beli 7 eksemplar (dan akan dijual lagi olehnya).

Menjaring Pelanggan Buku dari Fan Page Penulis

Salah satu penulis favorit saya Ippho Santosa. Menurut saya bukunya bagus-bagus. Hampir semua buku Ippho Santosa sudah saya baca tuntas. Waktu awal jualan buku, saya juga sering mempromosikan karya-karya Ippho Santosa.
Buku-buku Ippho banyak yang best seller. Masterpiece-nya "7 Keajaiban Rezeki".
Itu, likers-nya ada 650.000 lebih.
Jika sahabat mau jualan buku-buku karya Ippho Santosa dengan hasil yang efektif dan berpotensi laris, bisa lewat beberapa cara.
Salah satunya like Fan Page "Ippho Santosa & Tim Khalifah". Di FP itu sudah ada likers lebih dari setengah Juta. Misal 1% nya bisa jadi pelanggan bukumu, berarti kamu bisa punya pelanggan buku sebanyak 5.000 orang.
Kerap saya membaca postingan dari FP itu di beranda. Kadang saya jumpai ada yang komentar bilang, semisal "kalau mau beli buku nya Pak Ippho Di mana yah?".
Dan kali ini saya kebetulan menemukan postingan FP "Ippho Santosa & Tim Khilafah" sedang promo DVD. Yang komentar minat beli lumayan banyak. Berarti mereka suka dengan tulisan-tulisan Ippho. Mereka juga suka/pernah ikut seminarnya beliau. Berarti juga mereka punya uang. Punya daya beli. Nah, orang-orang ini cobalah di add friend. Mereka adalah target market yang potensial. Mereka adalah orang yang butuh produk dan punya daya beli.

 Dan teman yang punya buku atau punya relasi buku, bisa membantu diantara mereka yang 'kebetulan' sedang mencari buku-buku karya Ippho Santosa.

Nah, orang yang komentar itu, harus kamu add, buat menjarring pelanggan.

Tips Banjir Order Buku Modal BBM .


Tips Banjir Order Buku Modal BBM
.
.
.
.
.
1. Perbanyak Kontak BBM, terutama kontak BBM-nya orang yang suka baca buku.
2. Dan lain-lain
3. Bersambung...
***
No.1 agar kita dapat banjir order lewat BBM ya kita harus punya kontak BBM yang banyak. Kan percuma kalau punya materi iklan yang sangat menarik tapi kontak BBM-mu cuma 19 biji. Kalau kamu Broadcast yang lihat cuma 19 orang tadi, sedikit banget Bro!. Coba kontak BBM-mu ada 900, atau 1.000, atau 2.000, atau 5.000, kan lumayan, tuh. Gurih!
Sepertinya ada 99 (sembilan puluh sembilan) cara agar kita punya banyak kontak BBM orang yang sesuai dengan target market kita. Namun, akan saya beberkan beberapa dulu saja...
1) Invite lah Pin BBM teman-teman dekatmu. Saat masuk kuliah, sambil nunggu masuk kelas, bukalah HP android-mu. Lalu mintai pin-pin BBM teman untuk di-invite olehmu. Saat kumpul organisasi, sempatkan untuk nge-invite pin-pin BBM teman yang sedang ikut kumpul.
2) Saat ikut seminar, berkenalanlah dengan teman-teman (baru) yang duduk di samping kanan kirimu. Ngobrol dulu sewajarnya, lalu mintalah pin-nya dia. Bilang untuk nambah relasi, siapa tahu bisa saling tukar informasi.
3) Rajin ikuti acara bedah buku. Jika di pamflet tertera No.WA dan pin BBM panitia, maka di invite saja. Biasanya panitia juga suka baca buku dan punya banyak relasi. Jika sudah di ruang acara bedah buku, invite lagi pin teman-teman yang duduk di dekat/sebelahmu. Yap, sampai di sini, Anda berhasil menjaring banyak orang yang 100% sesuai dengan target market.
4) Jadilah panitia bedah buku. Tawarkan diri Anda jadi orang yang mendata peserta. Syarat daftar, diarahkanlah untuk daftar via BBM. Misal yang daftar bedah 300 orang, kan asyik. Kamu gak perlu invite satu-satu target market. Malahan kamu diberondong invite oleh sasaran empuk.
4) Seminggu atau dua minggu sekali, minta teman dekatmu yang suka baca buku buat mempromosikan pin mu (alias mem-BC-kan pin mu buat di invite oleh banyak orang). Minta promosikan ke orang yang suka buku ini alasannya karena temannya dia pasti juga banyak yang suka baca buku. Maklum lah, orang suka 'berkumpul' dengan orang-orang yang hobinya sama.
5) Buat promo yang spektakuler secara berkala. Misal, "Buku A diskon 30%, syaratnya BC iklan ini ke semua kontakmu, termasuk saya." Model ini pernah saya praktekkan saat promo novel Ayat-Ayat Cinta 2. Alhasil, saya bisa menjual lebih dari 100 eksemplar dan di-invite banyak orang yang 100% suka buku (asyik kan dapat banyak target market yang tepat sasaran sekaligus menghasilkan banyak closing!)
6) Broadcast Informasi bermanfaat dan Tulisan Inspirasi. Di akhir tulisan di cantumkan pin mu. Jika nanti teman-teman ikut BC tulisan bagusmu, kemungkinan nanti pin mu akan di invite oleh orang-orang baru yang suka baca tulisan bagus (ataupun buku bagus).
7) Buat Kuis atau kasih Bonus yang salah satu syaratnya adalah invite pin BBM mu.
Nah, mungkin ada 92 cari lagi buat memperbanyak kontak BBM yang sesuai dengan target market, namun segitu dulu ya.
Coba dipraktekkan ya? Semoga setelah praktek beberapa jurus ini, semoga omzetmu bulan ini meningkat 200%. Aamiin.

Cara dapat banyak teman yang sesuai target market

Cara dapat banyak teman yang sesuai target market

Berapakah teman FB-mu? 1.000? 2.000? Nah, kalau baru segitu, kamu mesti nambah-nambah teman biar makin banyak orang yang berpotensi beli buku ke kamu. Tambahkan lah teman sampai 5.000. Namun jangan asal nambah. Harus tambahkan teman-teman yang punya pasion sama denganmu. Atau pilih-pilih teman yang sesui dengan target marketmu. Misal kamu punya produk buku. Add-lah Orang-Orang yang suka baca buku. Kita bisa menemui mereka di grup-grup jual beli buku, grup kepenulisan, fan page penulis ternama dan lewat jalur lainnya.

"Toko Asma Nadia" adalah salah satu grup FB yang banyak "penggila buku"-nya. Jika ada member grup posting dan komentar yang menunjukkan antusiasme terhadap buku: maka add-lah. Lalu, like-lah status-status mereka, kasih like yang banyak. Komentari juga status mereka. Tujuannya, agar mereka balik memberi perhatian pada kamu. Lalu mereka konfirmasi pertemanan. Jika sudah berteman, secara otomatis postingan/update-an promo bukumu akan sering muncul di beranda si teman baru tadi.

Biasanya orang yang suka buku kan tidak hanya mengoleksi karya satu penulis. Di grup ini, pasti banyak juga yang suka baca-baca buku karya penulis terkenal yang lain. Yang suka buku-bukunya Asma Nadia, kemungkinan besar juga suka bukunya Habiburrahman elshirazy, Andrea Hirata, Tere Liye, Salim A. Fillah, DLL.
***

Selain cari target market via grup-grup yang FB yang relevan, kita bisa juga dengan meng-add akun-akun nya para penulis buku. Selepas itu, kita add teman-temannya para penulis buku itu. Hal ini telah sering saya lakukan. Salah satu contohnya, aku meng-add Akun Fb penulis Arafat Nur.


Arafat Nur termasuk novelis yang karya-karyanya best seller. Dia punya judul; Lampuki (novel pemenang DKJ 2010), Burung Terbang Di Kelam Malam (sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris), Tempat Paling Sunyi, Dan Lain-lain. Saat Arafat update status atau posting foto bukunya, biasanya ada teman-teman Fb nya yang komentar: aku ingin beli bukunya, bagaimana caranya? Jika kebetulan saat online facebook saya melihat komentar-komentar itu, maka saya add orang itu. Saya sapa dia via inbox dan saya tawarkan buku yang dia cari. ***

Ketentuan Bagi Reseller Reguler

Prolog

Sebisa mungkin saya coba membantu reseller dalam memudahkan pemasaran buku-buku. Agar penjualan buku lancar dan produktif, saya sarankan reseller untuk fokus menjual buku bagus yang "baru", "laris", "populer", "karya penulis besar", dan "dari penerbit besar/mayor/ternama".

Sejauh ini, genre buku yang paling laris adalah "novel". Sementara itu, genre buku yang keuntungannya paling besar adalah "buku kuliah" (pasarnya juga luas, dan relatif masih jarang yang menggarap). Ada banyak sekali penerbit yang menerbitkan buku-buku kuliah. Diantaranya Pustaka Pelajar dan Diva Press Group, khusus dua penerbit ini saya memberi diskon untuk reseller reguler 25-30%. Jika ada request judul buku dari pelanggan, sebaiknya reseller lebih dulu menyusun identitas bukunya secara lengkap, meliputi: "judul", "penulis", dan "penerbit" (agar memudahkan cek stok dan harganya).

Point Penting

Dulu saya pernah membuat keputusan untuk reseller, minimal dalam 10 hari mesti melakuan transaksi pengambilan sejumlah 5 buku (minimal). Namun, tidak berjalan. Sebab, repot juga bila saya menagih atau "ngoprak-ngoprak" para reseller.

Saya melakukan evaluasi lagi dan saya membuat keputusan sebgai berikut.

1. Dalam sebulan, "reseller reguler" harus mampu menjual minimal 15 buku. Jika tidak mampu menjual 15 buku dalam sebulan, maka pada bulan berikutnya posisinya dia turun menjadi "reseller freelance".
2. Reseller Reguler memperoleh harga yang sesuai tertera dalam list yang sering saya posting di grup ini. Sementara reseller freelance memperoleh harga lebih tinggi Rp. 1.000 sampai Rp. 2.000 dari harga reseller reguler.
3. Reseller yang belum bisa mencapai/mempertahankan posisi "reseller reguler" tidak lantas saya keluarkan dari grup "Reseller Rindu Buku". Namun jika ia terlihat jarang melakukan transaksi, boleh jadi posisinya di grup ini akan saya ganti dulu dengan reseller baru (karena nyaris setiap pekan selalu ada beberapa orang baru yang ingin daftar jadi reseller).
4. Status reseller freelance akan kembali naik ke reseller reguler bila dalam masa satu bulan dia mampu menjual 30 buku (bulan selanjutnya minimal mampu jual 15 buku, jika tidak sampai 15 buku, dia akan kembali menjadi reseller freelance dan mesti berjuang lagi menjual sampai 30 buku jika ingin naik level lagi).
5. Jika reseller ingin selalu aman menempati posisi reseller reguler, saya memberi tawaran agar reseller kulakan beberapa buku "laris" untuk menggenapi target 15 buku per bulan. Misal sudah hari ke 29 namun reseller baru menjual 10 buku. Agar bulan depan posinya tidak turun ke reseller freelance, lebih baik dia kulakan 5 buku laris untuk stok (yakinlah, besok pasti laku semua, gak bakal rugi).

Keputusan ini berlaku mulai 15 Juli 2016.


Ttd

Amin Sahri

Update Ongkos Kirim (Ongkir)

Soal jasa ekspedisi, saya lebih sering menggunakan Pos Indonesia dan JNE. Sebab, agen 2 ekspedisi ini lah yang lokasinya paling dekat dengan tempat saya.

Kini saya membersamai 50-an reseller reguler dan reseller freelance. Pertanyaan ongkir sering muncul. Agar lebih praktis (dan saya tidak kewalahan), disarankan agar reseller cek ongkir sendiri lewat website cektarif.com atau download aplikasi "Raja Ongkir".

Biasanya 3 buku dengan tebal standar (300-an halaman) beratnya 1 kg. Perihal yang perlu diperhatikan/dipertimbangkan yaitu jika pelanggan cuma beli 1 buku dan berat buku itu 500 gram/kurang, maka lebih baik dikirim via Pos (lebih murah dari ongkir 1 Kg, namun jika via JNE tetap dihitung ongkir 1 Kg). Jika pelanggan beli 4 buku berat 1200 gram, kadangkala lebih hemat jika dikirim via JNE (masih tetap dihitung ongkir 1 Kg, namun jika via Pos masuk kategori Ongkir 1500 gram).

Jenis layanan pengiriman via Pos yang paling sering saya gunakan adalah Pos Kilat. Jika pelanggan request kirim via layanan Pos Express, maka ia harus transfer dan konfirmasi transfer maksimal pukul 11.00 (namun, jika yang dipesan merupakan buku langka atau buku yang dapatnya susah/lama, maka baru bisa kirim via Pos Express-nya pada esok hari). Pengiriman "paling menguntungkan" pelanggan (sangat hemat) bisa terjadi jika pelanggan membeli buku dalam jumlah banyak (minimal total berat buku 2100 gram), ongkirnya bisa lebih murah sampai 70% dibanding Pos Kilat.

Jika pelanggan lebih suka jasa pengiriman JNE, saya mengarahkannya dikirim via layanan JNE Reg (khusus pulau Jawa). Jika pelanggan luar Jawa, saya memberikan pilihan via JNE Reg atau via JNE Oke. Jika pelanggan minta dikirim via JNE YES (Yakin Esok Sampai) maka ia harus transfer dan konfirmasi transfer maksimal pukul 15.00.

Tarif ongkir Pos ada PPN-nya. Jadi tarif yang muncul di cektarif.com atau "Raja Ongkir" itu belum tarif ongkir sebenarnya. Jadi silakan, nanti teman reseller tinggal menambahkan Rp. 500. Saya membuat kebijakan range tarif Rp. 10.000 - Rp. 29.500 itu ditambah Rp. 500. Untuk tarif dalam Range Rp. 30.000 - Rp. 49.500 saya yang menanggung PPN-nya, jadi nanti reseller menginformasikan ke pelanggan tarifnya sesuai yang muncul di cektarif.com atau "Raja Ongkir". Khusus kiriman ke luar Jawa yang tarif per Kg senilai Rp. 50.000 atau lebih, saya memberikan subsidi ongkir 10% jika pelanggan membeli buku minimal 3 eksemplar. Jika pelanggan luar Jawa minta dikrim via JNE Reg dan tarif per Kg nya Rp. 60.000 atau lebih saya berikan subsidi ongkir 10%, minimal pembelian 3 eksemplar (subsidi ongkir 10% tidak berlaku jika di kirim via JNE Oke atau JNE YES). Untuk pengiriman via Pos Express atau Pos Biasa nanti ada penambahan tarif Rp. 2000.

(Bersambung, pembahasan ongkir via Wahana dan NCS)

Update Ongkos Kirim (Ongkir)

Soal jasa ekspedisi, saya lebih sering menggunakan Pos Indonesia dan JNE. Sebab, agen 2 ekspedisi ini lah yang lokasinya paling dekat dengan tempat saya.

Kini saya membersamai 50-an reseller reguler dan reseller freelance. Pertanyaan ongkir sering muncul. Agar lebih praktis (dan saya tidak kewalahan), disarankan agar reseller cek ongkir sendiri lewat website cektarif.com atau download aplikasi "Raja Ongkir".

Biasanya 3 buku dengan tebal standar (300-an halaman) beratnya 1 kg. Perihal yang perlu diperhatikan/dipertimbangkan yaitu jika pelanggan cuma beli 1 buku dan berat buku itu 500 gram/kurang, maka lebih baik dikirim via Pos (lebih murah dari ongkir 1 Kg, namun jika via JNE tetap dihitung ongkir 1 Kg). Jika pelanggan beli 4 buku berat 1200 gram, kadangkala lebih hemat jika dikirim via JNE (masih tetap dihitung ongkir 1 Kg, namun jika via Pos masuk kategori Ongkir 1500 gram).

Jenis layanan pengiriman via Pos yang paling sering saya gunakan adalah Pos Kilat. Jika pelanggan request kirim via layanan Pos Express, maka ia harus transfer dan konfirmasi transfer maksimal pukul 11.00 (namun, jika yang dipesan merupakan buku langka atau buku yang dapatnya susah/lama, maka baru bisa kirim via Pos Express-nya pada esok hari). Pengiriman "paling menguntungkan" pelanggan (sangat hemat) bisa terjadi jika pelanggan membeli buku dalam jumlah banyak (minimal total berat buku 2100 gram), ongkirnya bisa lebih murah sampai 70% dibanding Pos Kilat.

Jika pelanggan lebih suka jasa pengiriman JNE, saya mengarahkannya dikirim via layanan JNE Reg (khusus pulau Jawa). Jika pelanggan luar Jawa, saya memberikan pilihan via JNE Reg atau via JNE Oke. Jika pelanggan minta dikirim via JNE YES (Yakin Esok Sampai) maka ia harus transfer dan konfirmasi transfer maksimal pukul 15.00.

Tarif ongkir Pos ada PPN-nya. Jadi tarif yang muncul di cektarif.com atau "Raja Ongkir" itu belum tarif ongkir sebenarnya. Jadi silakan, nanti teman reseller tinggal menambahkan Rp. 500. Saya membuat kebijakan range tarif Rp. 10.000 - Rp. 29.500 itu ditambah Rp. 500. Untuk tarif dalam Range Rp. 30.000 - Rp. 49.500 saya yang menanggung PPN-nya, jadi nanti reseller menginformasikan ke pelanggan tarifnya sesuai yang muncul di cektarif.com atau "Raja Ongkir". Khusus kiriman ke luar Jawa yang tarif per Kg senilai Rp. 50.000 atau lebih, saya memberikan subsidi ongkir 10% jika pelanggan membeli buku minimal 3 eksemplar. Jika pelanggan luar Jawa minta dikrim via JNE Reg dan tarif per Kg nya Rp. 60.000 atau lebih saya berikan subsidi ongkir 10%, minimal pembelian 3 eksemplar (subsidi ongkir 10% tidak berlaku jika di kirim via JNE Oke atau JNE YES). Untuk pengiriman via Pos Express atau Pos Biasa nanti ada penambahan tarif Rp. 2000.

(Bersambung, pembahasan ongkir via Wahana dan NCS)
Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 Menulis dan Mengekalkan Kenangan All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates